Sepertinya goresan tinta ini takkan habis
mengurai makna tatapan matamu yang sinis
kadar hati dan satuan pikiran
membuat indera perasaku mati rasa.
Keluh kesah tak lagi berguna
seperti raga yang kehilangan jiwa.
Kau tak hiraukan aku
walau hanya sekerjap mata, seulas senyum.
Tampaknya, acuhmu buatku luluh
asa dan rasa senantiasa tertahan,
konsistensi berujung stagnasi.
Ku tunggu kau pergi, dan
Kau tunggu ku mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar